Cara mengatasi anak hiperaktif


Hiperaktif yang dikenal sebagai attention Deficit Hyperactivity
Disorder (ADHD) atau Attention Deficit Disorder (ADD) adalah gangguan
pemusatan perhatian disertai gejala hiperaktivitas motorik. Kondisi ini
menjangkiti 3-5% anak berusia 4 sampai 14 tahun.




Ciri - ciri anak hiperaktif :




  1. Anak cenderung tidak menyelesaikan pekerjaan, mereka cepat beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lain.
  2. Perkembangan motorik dan bahasanya lambat.
  3. Mudah terangsang.
  4. Tidak tahan frustasi dan kurang dapat mengontrol diri.
  5. Suasana hati anak sangat labil, sebentar gembira, sebentar marah.
  6. Tidak mampu mengontrol gerakan dan tidak bisa tenang. 
  7. Tidak kenal lelah, terus bergerak seolah energinya tidak pernah habis, dan hanya membutuhkan minum lalu bergerak kembali.
  8. Tidak bisa berhenti bicara, daya konsentrasinya rendah, dan seolah-olah tidak mendengarkan perkataan orang tua.
  9. Mata seperti tidak memperhatikan lawan bicara.




Jika anak mengalami ciri - ciri di atas, sebaiknya jangan
langsung menyimpulkan hiperaktif. Amati selama enam bulan, jika anak
tidak mengalami perkembangan, segera konsultasikan ke dokter.





➤Pencegahan





Tidak ada penyebab hiperaktif yang pasti
pada anak. Karena itu, pencegahannya adalah hal yang sulit. Untuk
mengatasi anak yang memiliki tanda - tanda hiperaktif, orang tua bisa
menyalurkan energinya pada kegiatan - kegiatan berikut ini :




a. Olahraga




ajarkan
anak berolahrga, seperti sepakbola, badminton, dan berenang, agar
energi mereka tersalurkan. Olahraga juga dapat dijadikan media untuk
menstimulasi otak anak.




b. Bermain di Luar ruangan




Tidak
ada salahnya untuk sesekali mengajak anak bermain di luar, seperti di
taman bermain. Kegiatan bermain di luar ruangan akan lebih baik untuk
anak yang hiperaktif. Dengan cara ini, eksplorasi anak menjadi lebih
luas.




c. Seni dan kerajinan




Kegiatan seni dan kerajinan adalah salah satu kegiatan yang menarikbagi
anak dan bisa membuatnya diam. Banyak seni yang bisa dikenalkan kepada
balita, termasuk bermain drum atau membuat kerajinan origami. Kegiatan
origami akan membuat anak lebih tertarik dengan kreasi dari kertas
warna.




Seni dan kerajinan adalah kegiatan paling baik untuk anak -
anak yang hiperaktif, karena bisa meningkatkan kecerdasan otaknya juga.




d. Kelas Menari




Kelas
menari bisa menjadi media yang baik untuk menyalurkan bakat yang
dimiliki anak. Menari akan memperbaiki postur dan meningkatkan
fleksibilitas tubuh anak. selain itu, kegiatan ini juga akan membantu
kalori dalam tubuh mereka terbakar dengan cepat dan membuat mereka bisa
tidur lebih cepat.







➤ Pengobatan





Pengobatan pada penderita ADHD
bisa dilakukan dengan beberapa cara. Karena penyebab ADHD adalah
gangguan pada otak, maka penanganannyapun dimulai dari otak.




  1. Penderita ADHD di bawah usia lima tahun biasanya akan diberikan
    terapi perilaku. Bentuk terapinya berbeda - beda karena sifatnya benar
    benar berdasarkan kasus per kasus. Terapi ini bisa juga dilakukan oleh
    orang tua, tentunya setelah orang tua mendapatkan bimbingan dari
    psikiater anak.
  2. Penderita Autis dengan spektrum ADHD harus menjalani dua macam
    terapi. Pertama, ABA (aplied behavioral Analysis), yaitu terapi yang
    meminta dia mengikuti semua aturan yang diberikan. Dalam setiap aturan,
    ada hukuman dan hadiah. Kedua, SI (sensory integration), yakni terapi
    untuk merangsang impuls sensoris, agar anak dapat mengkoordinasikan
    gerakan otot tubuh sesuai perintah otak. 




Pemberian obat biasanya dilakukan belakangan, yaitu jika terapi
perilaku tidak berhasil. Dosis obat tergantung pada seberapa salah otak
anak penderita ADHD. Dan tidak tertutup kemungkinan, dia akan terus
meminum obat sampai dewasa. Meski demikian, dokter biasanya sudah
memperhitungkan secara akurat dosis obat yang sesuai bagi pasiennya.

0 Response to "Cara mengatasi anak hiperaktif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel